Kinerja Jaringan W-LAN untuk Komunikasi Pasca Bencana

  • Sofyan Basuki Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Ni Ketut Hariyawati Dharmi Universitas Jenderal Achmad Yani

Abstract

Setelah terjadi bencana, suplai daya listrik terputus dan infrastruktur sistem komunikasi pada umumnya mengalami kerusakan. Tim evakuasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) atau BASARNAS dan paramedik memerlukan komunikasi untuk kegiatan penyelamatan dan koordinasi. Dengan bantuan balon udara sebagai repeater,  fotovoltaik dan  baterai cadangan sebagai catu dayanya, maka teknologi  komunikasi W-LAN dapat digunakan untuk menggantikan sistem komunikasi lainnya dan menjangkau lebih luas di area bencana. Modifikasi topologi jaringan W-LAN ini di simulasikan menggunakan Network Simulator NS2 untuk mengetahui kelayakan dan kinerjanya.  Pada skenario jarak, ketinggian balon udara dari 100 sampai 150 meter memberikan kinerja yang stabil dan pada skenario jumlah host dari 15 sampai 45 user, sistem masih mampu memenuhi trafik transfer dokumen elektronik, komunikasi media sosial dan gambar bergerak sesuai standar yang ditetapkan IEEE_802.11b-1999.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Federal Communications Commission. (2016). Emergency Communication. Diakses tanggal 29 September 2014 dari https://www.fcc.gov/consumers/guides/emergency-communications
Ghanbari M., Hughes C.J., Sinclair M.C., Eade, J.P. (1997). Principles of Performance Engineering for Telecommunication and Information Systems. The Institution of Engineering and Technology, Short Run Press Ltd, United Kingdom, London.
Goldsmith, A. (2005). Wireless Communication. Cambridge University Press, London.
Heywood, D. (1996). Networking with Microsoft TCP/IP. New Rider Publishing, United States of America, Indianapolis:.
IEEE Std 802.11TM (2007). Part 11:Wireless LAN Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) Specifications. Diakses tanggal 2 Desember 2017 dari https://standards.ieee.org/standard/802_11-2007.html
Issariyakul, T., & Hossain, E. (2012). Introduction to Network Simulator 2 (NS2). In Introduction to Network Simulator NS2 (pp. 21-40). Springer, Boston, MA, United States of America.
Mikrotik. (2018). Aplikasi Bantu Wireless. Diakses tanggal 19 November 2018 dari http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=48
Rec. ITU-R F.1093-1. (1997). Effects Of Multipath Propagation On The Design And Operation Of Line-Of-Sight Digital Radio-Relay Systems, diakses tanggal 19 November 2018 dari https://www.itu.int/dms_pubrec/itu-r/rec/f/R-REC-F.1093-2-200604-I!!PDF-E.pdf
Scheck, H. (2013). User equipment receiver sensitivity : The forgotten mobile network efficiency factor. Nokia Solutions and Network, diakses tanggal 19 November 2018 dari https://docbox.etsi.org/workshop/2013/201310_eeworkshop/s04_ee_applicationofmethodologies/nsn_scheck.pdf
Walrand, J. (1991). Communication Networks. Aksen Associates, United States of America, New York.
Wirawan, Bayu, A., dan Indarto E. (2004). Mudah Membangun Simulasi dengan Network Simulator-2 (NS-2). Andi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia.
Yuhefizar. (2008). 10 Jam Menguasai Internet Teknologi dan Aplikasinya. Elex Media Komputindo. Jakarta
Published
2018-12-21
How to Cite
BASUKI, Sofyan; DHARMI, Ni Ketut Hariyawati. Kinerja Jaringan W-LAN untuk Komunikasi Pasca Bencana. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik, [S.l.], v. 17, n. 2, p. 69-75, dec. 2018. ISSN 2580-2615. Available at: <http://jurnalteknik.unjani.ac.id/index.php/jt/article/view/85>. Date accessed: 16 dec. 2019. doi: https://doi.org/10.26874/jt.vol17no2.85.