Penentuan Layout Pemecah Gelombang di Pantai Nusa Dua Provinsi Bali

Penulis

  • Bayu Patria Y Universitas Jenderal Acmad Yani
  • Yopi Dwi A.P Universitas Jenderal Acmad Yani
  • Chairunnisa Chairunnisa Universitas Jenderal Acmad Yani

DOI:

https://doi.org/10.55893/jt.vol25no1.668

Kata Kunci:

erosi , tinggi gelombang, layout pemecah gelombang, Delft3D, pemodelan gelombang

Abstrak

Pantai Nusa Dua terletak di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pantai Nusa Dua mengalami erosi dan kemunduran garis pantai akibat energi gelombang dan gerakan sedimen sejajar pantai. Saat ini, di Pantai Nusa Dua telah dilakukan beberapa upaya pengendalian erosi, yaitu dengan membangun pemecah gelombang lepas pantai, groin, revetment, serta sand nourishment (pengisian pasir). Bangunan pemecah gelombang dapat mengurangi tinggi gelombang di pantai. Pada penelitian ini dilakukan penentuan layout pemecah gelombang di Pantai Nusa Dua, Provinsi Bali, agar dapat mengurangi tinggi gelombang dan mengurangi kecepatan arus sejajar pantai, sehingga dapat mengendalikan erosi dan mencegah kemunduran garis pantai. Pemecah gelombang yang direncanakan layout-nya adalah pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) dengan elevasi puncak pada -1 m dari MSL. Pemecah gelombang direncanakan tidak akan menimbulkan sedimentasi sehingga layout-nya berada sekitar 360 m dari garis pantai dan memiliki panjang struktur180 m. Direncanakan 3 (tiga) struktur pemecah gelombang dengan celah antar struktur 22,5 m. Hasil pemodelan gelombang menunjukkan bahwa dengan layout yang direncanakan, pemecah gelombang dapat mengurangi tinggi gelombang di pantai yang awalnya sekitar 2-3 m menjadi sekitar 1 m.

Biografi Penulis

  • Bayu Patria Y, Universitas Jenderal Acmad Yani

    Program Studi Teknik Sipil

  • Yopi Dwi A.P, Universitas Jenderal Acmad Yani

    Program Studi Teknik Sipil

  • Chairunnisa Chairunnisa, Universitas Jenderal Acmad Yani

    Program Studi Teknik Sipil

Referensi

Ahdannabiel, H., Widada, S., & Hariadi. (2017). Distribusi Sedimen Dasar Akibat Arus Sejajar Pantai di Sekitar Groin di Perairan Pantai Widuri Pemalang, J. Oseanograf., 6(4):650-658.

Anthony Harlly Sasono Putro, Jung Lyul Lee. (2020). Analysis of Longshore Drift Patterns on the Littoral System of Nusa Dua Beach in Bali, Indonesia. Journal of Marine Science and Engineering, 8, 749.

Chairunnisa, C., Atiah, S. N., & Wahyuni, R. (2019). Penentuan tinggi gelombang desain untuk perencanaan rubble-mound breakwater Pelabuhan Belawan. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik, 18(1), 8–16. https://doi.org/10.26874/jt.vol18no1.97

Dirjen Pengairan DPU, 1983 Laporan Hasil Peninjauan dan Saran Penanggulangan Wisata pantai Kawasan Nusa Dua Bali, Republik Indonesia

Efendi, S. S. (2016). Pengaruh modifikasi bentuk groin terhadap perubahan garis pantai Sanur Bali. Jurnal Teknik Hidraulik, 7(1), 87–98.

J. P. Ahren, J. Cox. (1990). Design and Performance of Reef Breakwaters. Journal of Coastal Research, 51(7), 61-75.

Koftis et al. 2015. An Integrated Methodological Approach for The Upgrading of Coastal Structures due to Climate Change Effects, IAHR, Netherland

Komar, P.D. (1998). Beach Processes and Sedimentation. Second Edition, Printice Hall, New Jersey, USA.

Kurniadi, Y. N., & Windupranata, W. (2017). Transformasi gelombang pada batimetri ekstrim dengan model numerik SWASH: Studi kasus Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi. RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil, 3(1), 26–35.

K. Suh, R. Dalrymple. (1987). Offshore Breakwaters in Laboratory and Field. Journal of Waterway, Port, Coastal and Ocean Engineering, 113(2), 105-121.

Lansu, E.M., Reijers, V.C., Höfer, S. et al. A global analysis of how human infrastructure squeezes sandy coasts. Nat Commun 15, 432 (2024). https://doi.org/10.1038/s41467-023-44659-0

Putra, A., S. Husrin, T.A. Tanto and R. Pratama. (2015). Coastal Vulnerability for Climate Change in Northeastern Bali Province. Marine Engineering, Bandung Institute of Technology. Available online at www.sciencedirect.com.

Sugianto, D. N., Purwanto, Handoyo, G., Oktaviani, A., Kunarso, Zainuri, M., & Indarjo, A. (2019). Determination of submerged breakwater location for coastal protection in Panjang Island waters Jepara. Advances in Science, Technology and Engineering Systems, 4(5), 346–351. https://doi.org/10.25046/aj040545

Sulaiman, Dede M. Teknologi PEGAR Untuk Penanggulangan Erosi Dan Abrasi Pantai. Deepublish, 2021.

Sulaiman, D. M., Yungga, B., & Wiryawan, B. A. (2018). Applying low-crested breakwaters in restoring eroding muddy coasts of Demak, Central Java. Proceedings of the 21st IAHR-APD Congress, Yogyakarta.

Sulaiman, Dede M., 2017, Pegar Bercelah–Bangunan Pelindung dan Penumbuh Pantai, Deepublish, Yogyakarta Cetakan 1, Mei ISBN 978-602-453-090-7

Van Rijn, L. C. (2018). Detached breakwaters. www.leovanrijn-sediment.com

File Tambahan

Diterbitkan

2026-06-03

Cara Mengutip

Penentuan Layout Pemecah Gelombang di Pantai Nusa Dua Provinsi Bali. (2026). Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu Dan Aplikasi Teknik, 25(1), 34-41. https://doi.org/10.55893/jt.vol25no1.668

Artikel Serupa

1-10 dari 82

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.