Analisis Numerik 1D Pengendalian Banjir pada Wilayah Padat Penduduk dengan Persamaan St. Venant
DOI:
https://doi.org/10.26874/jt.vol19no02.131Kata Kunci:
Banjir Ujung Berung, SWMM, Banjir Kota BandungAbstrak
Sebagai salah satu wilayah terpadat di Kota Bandung, Kecamatan Ujung Berung mengalami bencana banjir, yang mengakibatkan beberapa masalah di daerah tersebut. Permasalahan tersebut muncul akibat penataan lahan yang kurang baik, terutama akibat konservasi kawasan pertanian menjadi kawasan permukiman secara sporadis di daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu daerah bencana di bagian utara bagian utara Kecamatan Ujung Berung adalah Kompleks Griya Winaya. Saluran drainase pada pemukiman ini semula merupakan saluran irigasi yang kemudian berubah fungsi tanpa justifikasi penanganan teknis yang memadai. Karena itu, kompleks yang memiliki jumlah penghuni ±800 jiwa, dengan kepadatan mencapai 300 KK/Ha tersebut senantiasa menghadapi permasalahan banjir setiap kali terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 30 mm/jam. Genangan tinggi terjadi khususnya pada RT 05 RW 12 dimana studi ini dilaksanakan. Studi ini menggunakan software Storm Water Management Model (SWMM) dengan persamaan 1D Saint Venant untuk perambatan banjirnya. Maka, dengan menggunakan data hujan BMKG Cibiru periode 2005-2016, diperoleh kesimpulan bahwa persamaan St. Venant mampu merepresentasikan secara akurat pergerakan banjir pada kawasan permukiman padat yang memiliki tingkat kerapatan bangunan tinggi dan saluran yang sempit serta berkelok-kelok. Lebih lanjut, banjir periode ulang 10 tahunan pada kawasan ini dapat ditanggulangi dengan peningkatan dimensi saluran eksisting hingga 100%.
Referensi
Barco, J., Wong, K. M., & Stenstrom, a. M. (2008, April). Automatic Calibration of the U.S EPA SWMM Model for a Large Urban Catchment. Journal of Hydraulics Engineering, 134(4), 466-474. Diunduh 10 Maret 2020, dari https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9429(2008)134:4(466)
Indrawati, D. (2014). Analisis Pemilihan Bangunan Drainase Pengendali Banjir pada Sebuah DAS. Ultimate, 40-47.
Rossman, L. A. (2017). Storm Water Management Model Reference Manual Volume II - Hydraulics. Cincinnati: United States Environmental Protection Agency. Diunduh 10 Maret 2020 dari https://nepis.epa.gov/Exe/ZyPDF.cgi/P100P2NY.PDF?Dockey=P100P2NY.PDF
Rosyidie, A. (2013). Banjir: Fakta dan Dampaknya, serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 241-249.
Sulfandi. (2016). Studi Pengaruh Perubahan Tataguna Lahan di DAS Mamasa terhadap Usia Guna Waduk PLTA Bakaru. Teknik Pengairan UB, 7(1), 139-149. Diunduh 10 Maret 2020, dari https://jurnalpengairan.ub.ac.id/index.php/jtp/article/download/288/260
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Dian Indrawati Subagyo, Mohammad Bagus Adityawan, Muhammad Rizki Purnama, Rono Hadinagoro

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menyerahkan artikel di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik untuk keperluan publikasi telah mengetahui bahwa Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik memberikan akses terbuka terhadap konten untuk mendukung pertukaran informasi mengenai ilmu pengetahuan, sesuai dengan penerbitan daring yang berbasis Open Access Journal dan mengikuti Creative Commons Attribution 4.0 International License. Sehingga penulis setuju dengan ketentuan-ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada pihak jurnal dengan pekerjaan secara bersamaan
di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan
dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi pertama artikel tersebut di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan
Aplikasi Teknik.
2. Penulis dapat melakukan perjanjian tambahan untuk hak distribusi non-eksklusif artikel yang telah diterbitkan di jurnal ini
(misalnya, posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mengakui bahwa
publikasi pertama dilakukan di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk menyebarkan karya mereka secara daring (misalnya, dalam repositori institusi atau
laman web penulis) setelah artikel terbit (proses penerbitan artikel selesai). Hal ini terkait dengan imbas dari pertukaran
informasi yang produktif (Lihat Pengaruh Open Access).