Analisa Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan MenggunakanAgregat Halus Cimalaka (Sumedang) dan Agregat Halus Merapi (Klaten)
DOI:
https://doi.org/10.55893/jt.vol25no1.832Keywords:
Cimalaka sand , compressive strength, local materials, normal concrete, Merapi sandAbstract
Concrete has become the primary choice in construction projects due to the availability of its constituent materials and its high compressive strength capacity. Nevertheless, concrete quality is strongly influenced by the physical properties of the fine aggregate used. This study aims to compare the effect of Cimalaka sand (Sumedang) and Merapi sand (Klaten) on the compressive strength of normal concrete with a target strength of 25 MPa. The research procedure was conducted based on the Indonesian National Standards (SNI), including tests on fine aggregate characteristics, concrete mix design, slump testing, and compressive strength testing. The study used 24 cylindrical specimens measuring 15 × 30 cm, with each fine aggregate variation consisting of 12 specimens. Compressive strength observations were carried out at the ages of 7, 14, 21, and 28 days. The results indicated that Merapi sand produced higher compressive strength than Cimalaka sand at all testing ages. At 28 days, concrete using Merapi sand achieved 28.97 MPa, while concrete using Cimalaka sand achieved 25.57 MPa. Although lower in strength, Cimalaka sand remains suitable as fine aggregate because it still meets the target strength requirement of 25 MPa.
References
Badan Standarisasi Nasional. (1990a). SNI 03-1970-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional. (1990b). SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar air Agregat. Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional. (1992). SNI 03-2816-1992 Metode Pengujian Kotoran Organik dalam Pasir. untuk Campuran Mortar atau Beton. Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional. (1996). SNI 4142:1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregate Yang Lolos Saringan Nomor 200 (0,0075 mm). Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 1974:2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 1972:2008 Cara Uji Slump Beton. Departemen Pekerjaan Umum.
Buwono, H. K. (2012). Analisis Pengaruh Penggunaan Agregat Halus Dari Material Letusan. Jurnal Konstruksia, 4(1), 17–24.
Choiriyah, S., & Pertiwi, D. (2016). Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Pasir Gunung Merapi Ditinjau dari Manajemen Kwalitas. Dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan IV.
Hermawan, O. H. (2018). Pengaruh Perawatan Terdapat Kuat Tekan Beton. Jurnal Engineering, 16(1), 1–7.
Ismail, A. G., Mustofa, A., Dwicahyani, A., Ridho, M. M., & Sambowo, K. A. (2017). Pengaruh Beton Daur Ulang dan Bahan Tambah Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Struktural Ramah Lingkungan. Jurnal Riset Rekayasa Sipil, 1(1), 59–63.
Lasino, & Cahyadi, D. (2016). Pemanfaatan pasir dan abu Merapi untuk pembuatan bata beton ( conblock ). Artikel Seminar Nasional, 1(1), 155–163. https://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_374863537525.pdf
Mardoli Guna, Sahrul Harahap, & Afniria Pakpahan. (2025). Analisa Perbandingan Kuat Tekan Beton Menggunakan Pasir Sungaikelurahan Napa Di Kecamatan Angkola Selatan Dengan Pasir Mabang Di Kecamatan Muara Batang Toru. STATIKA, 8(1), 40–48. https://doi.org/10.64168/statika.v8i1.1589
Nurokhman, Kristiyanto, H., Harmanto, H., Subagyo, S., & Hermanto, H. (2023). KOMPARASI AGREGAT PROGO DAN MERAPI DAN PENGARUNYA TERHADAP MUTU BETON FS 45. Civil Engineering and Technology Journal (CivETech), 5(2), 31–45. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/CivETech/issue/archive
Nurrosyid, M. I., Susanto, H. Y., Hartopo, & Apriyanto, T. (2024). ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN BETON CAMPURAN BAN BEKAS. Jurnal Teknik Indonesia, 5(1), 48–59.
Paryati, N., Nuryati, S., Yulius, E., & Agussalim, A. M. (2024). Analisis Hasil Kuat Tekan Beton Normal Terhadap Mix Design Kuat Tekan Beton Rencana. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi, 6(2), 415–429.
Pertiwi, D., Wibowo, B., Kasiati, E., & Sabban, A. G. (2011). Perbandingan Penggunaan Pasir Lumajang dengan Pasir Gunung Merapi terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal APLIKASI: Media Informasi & Komunikasi Aplikasi Teknik Sipil Terkini, 9(2), 13–22.
Polii, R. A., Sumajouw, M. D. J., & Windah, R. S. (2015). Kuat Tekan Beton dengan Variasi Agregat yang Berasal dari Beberapa Tempat di Sulawesi Utara. Jurnal Sipil Statik, 3(3), 206–211.
Prayuda, H., & Pujianto, A. (2018). Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Komparasi Agregat Gamalama, Agregat Merapi dan Agregat Kali Progo. Jurnal Riset Rekayasa Sipil Universitas Sebelas Maret, 1–10.
Riwayati, S. RR., Rachman, D. N., & Rasandes, R. S. (2021). Pengujian dan Analisa Pilihan Jenis Pasir Terbaik dari Desa Payo, Desa kebur, dan Desa Gunung Agung Kabupaten Lahat Melalui Pengujian Kuat Tekan Beton Mutu K-250. Jurnal Ilmiah Tekno Global, 10(2), 47–53.
Saparingga, A., & Yogaswara, D. (2023). Analisis Perbandingan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton SCC dengan Campuran Pasir Cilopang dan Pasir Cimalaka. Jurnal Konstruksi Institut Teknologi Garut, 21(1), 37–46. https://jurnal.itg.ac.id/
Susanti, E. (2014). STUDI PERBANDINGAN NILAI KUAT LENTUR DAN DAKTILITAS BETON YANG MENGGUNAKAN PASIR MERAPI DAN PASIR LUMAJANG. Dalam Jurnal Teknik Sipil KERN (Vol. 4, Nomor 1). http://pasiranmerapi.wordpress.com/
Triana, D., & Subandi, A. (2023). MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Aipil, Teknik Arsitektur) Analisis Perbandingan Pasir Cimalaka-Sumedang dengan Pasir Bunihayu-Subang Terhadap Kuat Tekan Mutu Beton K250. MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Aipil, Teknik Arsitektur) 34, 7(1), 34–41.
Wawan, A., & Kusdian, D. (2021). Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Pasir Abu Gunung Merapi Propinsi Yogyakarta dengan Variasi Penekanan Harian. Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (Simteks), 3(1), 20–33.
Zulkarnain, F., & Kamil, B. (2021, Oktober 28). Perbandingan Kuat Tekan Beton Menggunakan Pasir Sungai sebagai Agregat Halus Dengan Variasi Bahan Tambah Sica Fume Pada Perendaman Air Laut. Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riyandi, Tira Roesdiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menyerahkan artikel di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik untuk keperluan publikasi telah mengetahui bahwa Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik memberikan akses terbuka terhadap konten untuk mendukung pertukaran informasi mengenai ilmu pengetahuan, sesuai dengan penerbitan daring yang berbasis Open Access Journal dan mengikuti Creative Commons Attribution 4.0 International License. Sehingga penulis setuju dengan ketentuan-ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada pihak jurnal dengan pekerjaan secara bersamaan
di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan
dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi pertama artikel tersebut di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan
Aplikasi Teknik.
2. Penulis dapat melakukan perjanjian tambahan untuk hak distribusi non-eksklusif artikel yang telah diterbitkan di jurnal ini
(misalnya, posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mengakui bahwa
publikasi pertama dilakukan di Jurnal Teknik: Media Pengembangan dan Aplikasi Teknik.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk menyebarkan karya mereka secara daring (misalnya, dalam repositori institusi atau
laman web penulis) setelah artikel terbit (proses penerbitan artikel selesai). Hal ini terkait dengan imbas dari pertukaran
informasi yang produktif (Lihat Pengaruh Open Access).






